SERANG, - Ramainya pemberitaan Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Rano Karno yang mengeluhkan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) nya karena tidak mendapatkan porsi ditanggapi keras Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, Senin (12/8).
Ungkapan Atut itu tersirat dalam sambutannya pada acara halal bihalal di Pendopo Gubernur di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), kemarin. Dia menyindir pejabat yang mengeluh dan tidak memiliki semangat kerja untuk mundur dari jabatanya. "Kepada pejabat yang mengeluh, saya minta untuk mundur. Dan saya tekankan sekali lagi, kalau ada yang mengeluh silahkan mundur saja," kata Atut di hadapan seluruh pegawai Pemprov Banten yang juga dihadiri Rano Karno.
Atut meminta kepada pejabat yang kerap mengeluh untuk instropeksi diri, sejauh mana keberadaannya dalam menjalan tupoksinya. "Dari pada mengeluh, lebih baik inspokesi diri saja. Apa saja yang sudah dan pernah dilakukan selama ini untuk pembangunan Provinsi Banten," tandasnya.
Seluruh pejabat yang ada, kata Atut, baik wakil gubernur maupun staf ahli gubernur, telah memiliki tupoksi yang sangat jelas. "Gubernur telah mendapatkan tugas dan fungsinya, gubernur tidak perlu memberitahu, dan mendikte seperti apa tupoksi dari seorang waki gubernur, begitupun dengan staf ahli. Mari kita laksanakan tugas kita dengan memberikan pelayanan semaksimal mungkin, tingkatkan kinerja kita, tidak perlu bicara. Lakukan hal-hal positif sesuai dengan tugas fungsi kita," jelasnya.
Atut meminta agar pejabat tidak terlalu banyak bicara keluar, tapi lebih mementingkan profesionalisme kinerja sebaik-baiknya. "Saya selama setahun, walupun menjadi incumbent sudah 154 kecamatan saya datangi, saya sapa masyarakat. Dalam satu hari, delapan titik saya melakukan kunjungan," ungkapnya.
Menurut Atut, untuk menjadi gubernur bukanlah perkara mudah, diperlukan banyak perjuangan untuk meraih kepercayaan masyarakat Banten. "Tidak pernah saya mengeluh kepada siapapun. Dengan tekad saya melaksanakan program pembangunan gubernur pertama, almarhum Pak Djoko Munandar. Saat saat saya menjabat sebagai Plt Gubernur Banten, saya sudah memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Banten. Kalau kita tidak puas, tidak perlu disampaikan kepada publik, tapi pelajari dulu undang-undang. Dan yang terpenting adalah melakukan evaluasi diri sendiri," ungkapnya.
Banyaknya informasi yang berkembang mengenai harmonisasi hubungan kerja antara gubernur dan wakilnya, menurut Atut merupakan bentuk fitnah."Saya ditanya oleh media mengenai hal-hal yang tidak pernah saya lakukan. Itu adalah fitnah, dan sama saja membunuh. Jangan ada fitnah di antara kita, kalau ada fitnah itu sama saja memitnah dirinya sendiri. Kemajuan Provinsi Banten adalah kemajuan kita semua, termasuk pejuang-pejuang pendiri Provinsi Banten. Sekali lagi kita tidak boleh bicara sembarangan, karena mulutmu adalah harimaumu," paparnya.
Sementara itu, keberhasilan marching band yang meraih medali emas pada festival morl music di Belanda beberapa waktu lalu adalah keberhasil bersama. "Marching Band itu sudah berprestasi dari tahun 2005, bukan hanya kerja satu orang saja," ungkapnya. Seperti diketahui, tim marching band Gita Surosowan ke Belanda didampingi Wakil Gubernur Banten, Rano Karno.
Sementara itu, Rano Karno didampingi Kepala Biraro Humas dan Protokol Provinsi Banten, Siti Maani Nina di rumah dinasnya mengatakan, sambutan yang disampaikan Atut berlaku untuk umum, bukan ditunjukan kepada dirinya. "Saya rasa apa yang disampaikan oleh Ibu Gubernur itu disampaikan kepada seluruh pejabat yang ada, dalam rangka meningkatkan kinerja," katanya.
Rano menegaskan, pemberitaan di media massa baik cetak maupun elektronik mengenai dirinya akan mundur yang bersumber dari rekannya sesama artis dan politisi PDI Perjuangan, Dedi 'Miing' Gumelar, tidak benar. "Pengunduran diri saya hanya isu. Dan buktinya saya masih diperintahkan oleh gubernur mendapingi marching band di Belanda, dan hasilnya maksimal. Berita Miing itu blunder," ujarnya.
Rano menjelaskan, dirinya tidak pernah menyampaikan rencana mundur sebagai Wagub Banten kepada Miing. Rano hanya berpesan kepada Miing agar jika terpilih sebagai Walikota Tangerang Periode 2013-2018, agar bijaksana. "Saya bukan curhat ke Miing. Awalnya, dia datang ke saya dan
membicarakan masalah pencalonannya Miing sebagai Walikota Tangerang. Dalam pembicaraan itu saya mengingatkan kalau terpilih nanti dia harus menjadi pemimpin dan walikota yang bijak," ungkapnya. Rano mengaku menyesal atas pemberitaan yang beredar selama ini, yang menyudutkan dirinya sebagai Wagub Banten. "Ada dua yang saya sesalkan, kenapa Miing bicara pada media, yang kedua kenapa media tidak kroscek dulu. Saya menyadri tugas wakil gubernur adalah pengendalian keuangan. Ini juga triger saya untuk melakukan tahun depan WTP. Sambutan Ibu Gubernur Banten merupakan pecutan bagi semua, untuk melakukan yang terbaik," jelasnya.
Mengenai tudingan bahwa dirinya sebagai ketua sekaligus Pembina Unit Kesehatan Sekolah (UKS) namun tidak banyak terlibat langsung ia bantah. "Kalau ada kegiatan UKS, itu selalu dibuka oleh wakil gubernur. Kita memberikan masukan, melalui UKS memberikan masukan terhadap anak-anak. Soal komunikasi dan koordinasi kalau dibilang belum maksimal iyah,Akunya.
Pada bagian lain, KH Wawan Wahyudin yang bertindak sebagai penceramah dalam kegiatan hala bihalal itu memaparkan bahwa Banten sangat kondusif selama bulan Ramadan. “Alhamdulillah, tidak terjadi bencana dan kejadian yang mengganggu stabilitas keamanan. Untuk itu, dalam kesempatan halal bihalal ini, penceramah mengajak seluruh masyarakat Banten untuk bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan,” pungkasnya
Ungkapan Atut itu tersirat dalam sambutannya pada acara halal bihalal di Pendopo Gubernur di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), kemarin. Dia menyindir pejabat yang mengeluh dan tidak memiliki semangat kerja untuk mundur dari jabatanya. "Kepada pejabat yang mengeluh, saya minta untuk mundur. Dan saya tekankan sekali lagi, kalau ada yang mengeluh silahkan mundur saja," kata Atut di hadapan seluruh pegawai Pemprov Banten yang juga dihadiri Rano Karno.
Atut meminta kepada pejabat yang kerap mengeluh untuk instropeksi diri, sejauh mana keberadaannya dalam menjalan tupoksinya. "Dari pada mengeluh, lebih baik inspokesi diri saja. Apa saja yang sudah dan pernah dilakukan selama ini untuk pembangunan Provinsi Banten," tandasnya.
Seluruh pejabat yang ada, kata Atut, baik wakil gubernur maupun staf ahli gubernur, telah memiliki tupoksi yang sangat jelas. "Gubernur telah mendapatkan tugas dan fungsinya, gubernur tidak perlu memberitahu, dan mendikte seperti apa tupoksi dari seorang waki gubernur, begitupun dengan staf ahli. Mari kita laksanakan tugas kita dengan memberikan pelayanan semaksimal mungkin, tingkatkan kinerja kita, tidak perlu bicara. Lakukan hal-hal positif sesuai dengan tugas fungsi kita," jelasnya.
Atut meminta agar pejabat tidak terlalu banyak bicara keluar, tapi lebih mementingkan profesionalisme kinerja sebaik-baiknya. "Saya selama setahun, walupun menjadi incumbent sudah 154 kecamatan saya datangi, saya sapa masyarakat. Dalam satu hari, delapan titik saya melakukan kunjungan," ungkapnya.
Menurut Atut, untuk menjadi gubernur bukanlah perkara mudah, diperlukan banyak perjuangan untuk meraih kepercayaan masyarakat Banten. "Tidak pernah saya mengeluh kepada siapapun. Dengan tekad saya melaksanakan program pembangunan gubernur pertama, almarhum Pak Djoko Munandar. Saat saat saya menjabat sebagai Plt Gubernur Banten, saya sudah memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Banten. Kalau kita tidak puas, tidak perlu disampaikan kepada publik, tapi pelajari dulu undang-undang. Dan yang terpenting adalah melakukan evaluasi diri sendiri," ungkapnya.
Banyaknya informasi yang berkembang mengenai harmonisasi hubungan kerja antara gubernur dan wakilnya, menurut Atut merupakan bentuk fitnah."Saya ditanya oleh media mengenai hal-hal yang tidak pernah saya lakukan. Itu adalah fitnah, dan sama saja membunuh. Jangan ada fitnah di antara kita, kalau ada fitnah itu sama saja memitnah dirinya sendiri. Kemajuan Provinsi Banten adalah kemajuan kita semua, termasuk pejuang-pejuang pendiri Provinsi Banten. Sekali lagi kita tidak boleh bicara sembarangan, karena mulutmu adalah harimaumu," paparnya.
Sementara itu, keberhasilan marching band yang meraih medali emas pada festival morl music di Belanda beberapa waktu lalu adalah keberhasil bersama. "Marching Band itu sudah berprestasi dari tahun 2005, bukan hanya kerja satu orang saja," ungkapnya. Seperti diketahui, tim marching band Gita Surosowan ke Belanda didampingi Wakil Gubernur Banten, Rano Karno.
Sementara itu, Rano Karno didampingi Kepala Biraro Humas dan Protokol Provinsi Banten, Siti Maani Nina di rumah dinasnya mengatakan, sambutan yang disampaikan Atut berlaku untuk umum, bukan ditunjukan kepada dirinya. "Saya rasa apa yang disampaikan oleh Ibu Gubernur itu disampaikan kepada seluruh pejabat yang ada, dalam rangka meningkatkan kinerja," katanya.
Rano menegaskan, pemberitaan di media massa baik cetak maupun elektronik mengenai dirinya akan mundur yang bersumber dari rekannya sesama artis dan politisi PDI Perjuangan, Dedi 'Miing' Gumelar, tidak benar. "Pengunduran diri saya hanya isu. Dan buktinya saya masih diperintahkan oleh gubernur mendapingi marching band di Belanda, dan hasilnya maksimal. Berita Miing itu blunder," ujarnya.
Rano menjelaskan, dirinya tidak pernah menyampaikan rencana mundur sebagai Wagub Banten kepada Miing. Rano hanya berpesan kepada Miing agar jika terpilih sebagai Walikota Tangerang Periode 2013-2018, agar bijaksana. "Saya bukan curhat ke Miing. Awalnya, dia datang ke saya dan
membicarakan masalah pencalonannya Miing sebagai Walikota Tangerang. Dalam pembicaraan itu saya mengingatkan kalau terpilih nanti dia harus menjadi pemimpin dan walikota yang bijak," ungkapnya. Rano mengaku menyesal atas pemberitaan yang beredar selama ini, yang menyudutkan dirinya sebagai Wagub Banten. "Ada dua yang saya sesalkan, kenapa Miing bicara pada media, yang kedua kenapa media tidak kroscek dulu. Saya menyadri tugas wakil gubernur adalah pengendalian keuangan. Ini juga triger saya untuk melakukan tahun depan WTP. Sambutan Ibu Gubernur Banten merupakan pecutan bagi semua, untuk melakukan yang terbaik," jelasnya.
Mengenai tudingan bahwa dirinya sebagai ketua sekaligus Pembina Unit Kesehatan Sekolah (UKS) namun tidak banyak terlibat langsung ia bantah. "Kalau ada kegiatan UKS, itu selalu dibuka oleh wakil gubernur. Kita memberikan masukan, melalui UKS memberikan masukan terhadap anak-anak. Soal komunikasi dan koordinasi kalau dibilang belum maksimal iyah,Akunya.
Pada bagian lain, KH Wawan Wahyudin yang bertindak sebagai penceramah dalam kegiatan hala bihalal itu memaparkan bahwa Banten sangat kondusif selama bulan Ramadan. “Alhamdulillah, tidak terjadi bencana dan kejadian yang mengganggu stabilitas keamanan. Untuk itu, dalam kesempatan halal bihalal ini, penceramah mengajak seluruh masyarakat Banten untuk bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan,” pungkasnya
sumber : bantenposnews.com

0 Response to "Atut Sentil Rano Tuk Berhenti jadi Wagub"
Posting Komentar
Terimakasih Atas Kunjungan Anda "PKS Petiir--Dari Pelosok Banten Bekerja Membangun Indonesia Tercinta"