SERANG, -
Provinsi Banten genap berusia 13 tahun, Jumat (4/10) ini. Dalam usianya
yang ke-13 ini, sudah banyak kemajuan dicapai, namun juga masih banyak
pekerjaan rumah atau “PR” harus diselesaikan.
Demikian antara lain komentar sejumlah kalangan terkait dengan HUT ke-13
Provinsi Banten. “Harus diakui, dalam bidang pembangunan keagamaan
sudah banyak kemajuan. Antara lain peningkatan sarana keagamaan,
kerukunan antar dan inter umat beragama yang terjalin secara baik,” kata
Ketua Umum MUI Banten, Dr. H AM Romly, Kamis (3/10).
Namun demikian, katanya, masih ada “PR” yang harus diperbaiki dan
diselesaikan. Antara lain, ungkap dia, dalam aspek peningkatan dakwah ke
masyarakat.
Ia menyatakan, dengan kemajuan zaman, harus diimbangi dengan penguatan moral keagamaan.
“Banten dengan moto iman dan takwa, tentu harus memperhatikan penguatan
moral keagamaan. Selain upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat, juga
harus memiliki benteng moral yang kuat,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Banten, Asep Rahmatullah mengatakan, usia 13 tahun,
Banten harus diakui memiliki kemajuan. Namun, katanya, masih juga banyak
kekurangan yang harus diperbaiki.
Ada peningkatan
Ia mengatakan, sejumlah sarana prasarana baik infrastruktur, pendidikan,
dan kesehatan sudah ada peningkatan. Paling terbaru, katanya,
diresmikannya RSUD Banten.
“Ini kan bentuk kemajuan dalam rangka peningkatan layanan kesehatan masyarakat,” katanya.
Namun demikian, diakuinya, masih banyak “PR”. Ia menyebut antara lain,
persoalan jalan rusak yang belum selesai, dan sejumlah persoalan lain
pengangguran dan kemiskinan.
Tentu saja, hal itu perlu dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
“Tentu saja PR tersebut tidak hanya dibebankan ke eksekutif dan
legislatif, tetapi juga semua elemen masyarakat. Bukan hanya skup
Banten, tetapi juga kabupaten/kota,” ungkapnya.
Ekonom Untirta, Dahnil Anzar mengatakan, PR besar 13 tahun Banten yang
harus segera dituntaskan adalah mempersempit kesenjangan atau jurang
kemiskinan itu.
Ia menyampaikan, cara mempersempit kesenjangan tersebut yakni dengan
mengubah pola politik anggaran pemprov dan pemda yang selama ini abai
prioritas.
“Anggaran yang dialokasikan lebih besar untuk stimulus ekonomi di Banten
selatan perlu dilakukan khususnya masalah infrastruktur harus segera
diwujudkan,” katanya.
Menurut dia, karena hanya melalui infrastruktur akses ekonomi bisa pula
untuk mempersempit kesenjangan dan mengurangi kemiskinan di Banten.
Tokoh pendiri Provinsi Banten, Uu Mangkusasmita menilai, meski diakui
terdapat perkembangan pembangunan Banten selama 13 tahun ini, dalam
perjalanannya banyak yang tidak sesuai dengan yang dicita-citakan
dibentuknya Provinsi Banten.
"Secara global, kita tidak menutup mata, pembangunan memang sudah ada,
tetapi anggaran yang digunakan sepertinya tidak sesuai dengan hasilnya,"
kata Uu.
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dalam suatu kesempatan menyatakan,
HUT Banten selalu dijadikan momentum untuk ajang interospeksi atas
kinerja selama ini. Ia menyatakan, banyak keberhasilan yang dicapai baik
dari sisi pendapatan daerah meningkat, iklim investasi kondusif, dan
indeks pembangunan manusia (IPM) serta rasio elektrifikasi yang berada
di atas rata-rata nasional. Namun demikian, Atut mengakui, masih ada
kekurangan yang perlu diperbaiki ke depan untuk mewujudkan masyarakat
Banten yang maju dan sejahtera.
Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Banten, Sitti Maani Nina
mengatakan, saat ini pembangunan di Banten telah menunjukkan perubahan
sangat besar dibandingkan provinsi-provinsi lain di Indonesia yang telah
lebih dahulu lahir.
Menurut dia, sebagai provinsi yang baru saja berusia 13 tahun, Banten
telah tumbuh pesat dalam pembangunan di berbagai bidang dan investasi.
Dengan demikian, Banten akan terus berada pada pertumbuhan dan
perkembangan pembangunan lebih pesat lagi.
Secara kasat mata, katanya, pembangunan di Banten telah menunjukkan nilai positif bagi masyarakat banyak.[kabarbanten]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Response to "HUT ke-13, Banten Masih Banyak “PR”"
Posting Komentar
Terimakasih Atas Kunjungan Anda "PKS Petiir--Dari Pelosok Banten Bekerja Membangun Indonesia Tercinta"