SERANG - Memanasnya iklim politik di Banten pasca penangkapan adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tb Chaeri Wardana alias Wawan oleh KPK, mendapat banyak respons dari semua kalangan. Ada yang mengatakan ini menjadi pertanda runtuhnya politik dinasti di Banten, ada juga yang menganggap ini baru titik permulaan bagi lahirnya kondisi politik baru di Banten.
Radarbanten.com berkesempatan melakukan wawancara dengan salah seorang akademisi dari Untirta, Ihsan Ahmad, Sabtu (5/10/2013). Berikut petikan wawancaranya:
Apa yang terjadi di Banten pasca penangkapan Wawan?
Dampak dari penangkapan adik Gubernur Banten oleh KPK sesungguhnya menjelaskan suatu kepastian kepada masyarakat Banten bahwa struktur dinasti keluarga, struktur politik dan struktur kekuasaan di Banten adalah menjadi struktur korupsi. Dengan kata lain dinasti keluarga, struktur politik dan kekuasaan di Banten memang ditopang oleh struktur korupsi yang sistematis, massif dan memiliki pola dan dimensi yang terbuka dari praktik jual beli.
Lantas bagaimana posisi kekuasaan beroperasi di Banten selama ini?
Hal ini menjadi cerminan bahwa kebohongan publik menjadi bagian yang inheren dalam menjalankan roda pemerintahan di Banten. Fenomena ini sebenanrnya telah dirasakan sebelum adanya penangkapan adik Gubernur Banten secara luas dalam distorsi terhadap nilai-nilai dasar pembangunan yang dikomunikasikan secara luas kepada masyarakat. Hampir seluruh spektrum dan instrumen pembangunan bersifat pragmatisme, sekularisme dan transaksionalis dalam suatu sistem sosial dan politik yang korup. Bentuk dan jalannya demokratisasi di pemerintahan, membuat pola tersendiri yang sulit dipahami, yakni menguatnya dinasti politik secara luas yang didukung kapitalisasi politik. Desentralisasi yang berjalan sebagai amanat dari perundang-undangan serta buah dari reformasi lebih bersifat sentralistik.
Apa implikasi dari kasus suap ini, terutama bagi kelanjutan politik dinasti di Banten?
Berkaitan dengan kasus penangkapan adik Gubernur Banten maka hampir dipastikan politik dinasti di Banten kedepan memiliki konotasi dan citra negatif. Kondisi ini akan selalu mengundang kritik dan kecaman dari masyarakat. Artinya bisa dipastikan kasus penangkapan adik Gubernur Banten menjadi titik klimaks bagi perjalanan dinasti ke depan yang semakin sulit bergerak dengan pola yang sama yakni progresif transaksional. Jika tidak ada koreksi total dari pola, model dan etika dari sisa-sisa waktu kepemimpinan pejabat publik dari dinasti politik keluarga di berbagai level di Banten, tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan gelombang perlawanan yang massif seiring dengan proses hukum yang berjalan di KPK untuk membongkar kasus-kasus korupsi lain di Banten.[radarbanten]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Response to "Akademisi Untirta : Awal Runtuhnya Dinasti Keluarga di Banten"
Posting Komentar
Terimakasih Atas Kunjungan Anda "PKS Petiir--Dari Pelosok Banten Bekerja Membangun Indonesia Tercinta"