Jika Anda Ingin Berbelanja, Jangan Langsung Tergiur Diskon di Mall

Jakarta - Belanja adalah salah satu cara melepas stress. Pernyataan tersebut diamini oleh para pecandu belanja, bahkan terlampau dihayati. Fenomena ini sebenarnya menguntungkan pedagang, mereka bisa memikirkan beberapa trik agar pembeli terus datang.

Salah satu trik yang dipakai hampir semua penjual adalah diskon atau obral besar-besaran. Ada beberapa alasan mengapa penjual mengobral barangnya. Pertama, barang tersebut sudah out of date atau sudah tidak laku di pasaran. Maka untuk menghabiskan stok agar tidak mubazir, penjual mengobral barang-barang tersebut. Yang kedua, hal itu memang hanya trik pemasaran agar barang-barang tersebut laku terjual.

Jika Anda pergi ke mal atau supermarket, Anda akan menjumpai banyak tulisan diskon atau sale. Dari sekian banyak produk, di antaranya apparel, makanan, promo khusus mobil, gadget, dan elektronik, menurut Anda mana yang paling banyak didiskon? Jawabannya adalah pakaian.

Ini penjelasannya. Makanan adalah salah satu kebutuhan pokok yang sifatnya mutlak. Setiap orang pasti membutuhkan makanan, mau atau tidak. Jadi, makanan akan selalu laku dibeli. Sementara mobil, biasanya para dealer mobil akan melakukan promo besar-besaran setiap menjelang akhir tahun. Hal ini biasanya ketika merek mobil yang berkaitan akan mengeluarkan model baru, sehingga agar model sebelumnya tetap banyak terjual, disiasatilah dengan harga promo. Sekaligus trik ini sebagai pemanasan bagi para calon pembeli, seolah memberi pemikiran bahwa harga model baru tidak akan jauh berbeda dengan harga model lama.

Permintaan gadget dan elektronik biasanya disesuaikan dengan tren dan permintaan, sehingga harga akan turun sendirinya ketika permintaan semakin menurun. Bagaimana dengan pakaian? Bisa dipastikan ketika memasuki mal, berbagai etalase toko pakaian memajang pengumuman diskon secara besar-besaran. Biasanya pengumuman tersebut sering ditemukan pada hari-hari besar seperti menjelang hari raya, akhir tahun, atau ulang tahun ibu kota.

Tetapi sebaiknya Anda menyikapi diskon ini secara bijaksana, karena tidak menutup kemungkinan harga yang diberikan diskon tidak jauh berbeda dengan harga biasa atau bahkan sama saja. Sebagai contoh, harga kaos pada hari normal dibandrol Rp 100.000. Menjelang lebaran, harga tersebut naik menjadi Rp 200.000 tetapi angka tersebut dicoret karena diberi diskon 50%. Diskon sebesar 50% artinya harga yang dibayar sama saja dengan harga sebelum dinaikkan.

Mungkin Anda juga pernah melihat pengumuman “Diskon 30% + 40% untuk sebuah pakaian dengan harga awal katakanlah Rp 300.000. Menurut pemahaman calon pembeli, pastilah diskon yang diberikan jika ditotal adalah sebesar 70% sehingga harga menjadi Rp 90.000. Namun ternyata tidak demikian, karena pemberian diskon dilakukan secara bertahap. Pertama harga awal didiskon sebesar 30%, kemudian dipotong lagi 40% yang totalnya menjadi Rp 126.000. Mungkin selisihnya hanya Rp36.000,00, tapi coba bayangkan jika angka nominalnya lebih besar lagi.

Yang pasti tidak semua penjual melakukan ini, tetapi kebanyakam dari mereka memang memanfaatkan peluang ini dengan cerdik. Mereka melihat calon pembeli yang imannya lemah ketika melihat tulisan diskon. Pembeli juga pasti akan selalu memikirkan cara agar untung, meski tidak selalu dengan cara seperti di atas. Jadilah pembeli yang bijak dan kritis.




sumber : beritasatu.com

0 Response to "Jika Anda Ingin Berbelanja, Jangan Langsung Tergiur Diskon di Mall"

Posting Komentar

Terimakasih Atas Kunjungan Anda "PKS Petiir--Dari Pelosok Banten Bekerja Membangun Indonesia Tercinta"

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...