PKS Petir - BAYAH,
Sebuah jembatan gantung menghubungkan dua desa, Pambubulan-Cidikit,
Kecamatan Bayah, saat ini dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Akibatnya, sebagian besar pengendara roda dua yang melintas di badan
jembatan merasa was-was, karena takut terguling di badan jembatan yang
terbuat dari batangan kayu, dan bambu.
"Jembatan gantung sepanjang 20 meter , adalah hasil swadaya masyarakat.
Jembatan ini tidak pernah mendapat perhatian khusus dari pemerintah.
Kami sangat berharap, ke depan pemerintah agar memplot anggaran untuk
merenovasi perbaikan maupun pembangunan jembatan gantung menjadi
jembatan permanen,"kata Iip Makmur, Ketua Fraksi PKS DPRD Lebak, kepada
Kabar Banten, Selasa (29/10).
Menurutnya, jembatan gantung Pambubulan-Cidikit merupakan satu-satunya
jembatan yang diakses masyarakat. Karena itu meski dalam kondisi yang
sangat memprihatinkan, masyarakat dan pelajar terpaksa melintas jembatan
tersebut.
"Jika musim hujan, kami was-was, karena air bisa tumpah ke badan
jembatan. Bukan tidak mungkin, jembatan bisa terendam air,"katanya.
Mengingat pentingnya sarana jembatan, Iip berharap pemerintah dapat
segera memprioritaskan alokasi anggaran untuk pembangunan jembatan
tersebut. "Kalaupun tidak permanen, paling tidak ada bantuan untuk
perbaikan jembatan agar jembatan layak , dan tidak membahayakan saat
dilintasi warga,"ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan Jembatan dan Jalan pada
Dinas pekerjaan umum Bina Marga Kabupaten Lebak, Indrawan menyatakan,
pada tahun anggaran 2013, Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak, berencana
membangun sekitar 25 jembatan yang tersebar dibeberapa kecamatan.
Menurutnya, ke 25 unit jembatan tesebut terdiri dari 12 jembatan gantung
non permanen yang menghabiskan dana Rp7 Miliar lebih, dan 11 unit
jembatan kecil permanen dengan dana pagu atau anggaran yang disesuaikan
dan diperkirakan akan menghabiskan anggaran sekitar RP2 Miliar lebih.
Sementara dua unit jembatan gantung semi permanen yang pengerjaannya
sudah hampir selesai, dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp2 Miliar
lebih.
"Anggaran tersebut dianggarkan pada APBD Lebak 2013 ini dan seluruhnya
dikerjakan oleh kontraktor dari daerah kita sendiri,"kata Indrawan,
beberapa waktu lalu.
Menurut Indrawan, pembangunan jembatan ini merupakan sebagian program
percepatan pembangunan Bupati demi pemerataan pembangunan di Kabupaten
Lebak.
"Mudah-mudahan dengan dibangunnya jembatan-jembatan itu bisa memudahkan
masyarakat dalam menjalankan berbagai aktifitasnya dan memperlancar
perekonomian desa,"harapnya.[kabarbanten]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Response to "Lewati Jembatan Rusak. Para Pelajar di Bayah Menantang Maut Demi Bisa Sekolah"
Posting Komentar
Terimakasih Atas Kunjungan Anda "PKS Petiir--Dari Pelosok Banten Bekerja Membangun Indonesia Tercinta"