Atut Gagal Ciptakan Kesejahteraan; Hanya Berhasil Jaga Stabilitas Politik

SERANG - Anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Zulkieflimansyah menilai Gubernur Ratu Atut Chosiyah gagal menciptakan kesejahteraan masyarakat. Namun, ia mengapresiasi kesuksesan orang nomor satu di Banten itu dalam menciptakan stabilitas politik di Banten. lni dikatakannya usai menggelar reses di salah satu rumah makan di Kota Serang Minggu (9/1).
"Gubemur berhasil menciptakan stabilitas politik. Tapi saya
harus jujur melihat realitas bahwa beliau gagal menghadirkan kesejahteraan masyarakat. Mungkin dengan alasan itu, beliau ingin memperbaiki dan kembali mencalonkan diri pada pemilihan gubernur nanti," kata salah satu calon gubernur pada Pilgub lalu ini.
Kata dia, Atut perlu diapresiasi karena sukses menekan gejolak politik di parlemen. "Jika keberhasilan ekonomi dan infrastruktur, masih jauh dari harapan. Infrastruktur masih jelek dan pengangguran serta kemiskinan masih banyak" ujarnya.
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), pengangguran Banten per Agustus 2010 tercatat7? 6.377 orang. Angka ini menempati urutan tertinggi se-Indonesia. Kemudian menurut data BPS per Maret 2010, jumlah penduduk miskin di Banten 758.163 orang. Menurut Zul, kesejahteraan tidak mungkin tercipta jika proyek Pemprov dijatah atau dikerjakan kerabat dan teman dekat Gubernur. "Jangan mimpi kesejahteraan tercipta jika sistem ini masih berjalan. Realitasnya dan sudah menjadi pengetahuan masyarakat umum dalam sistem proyek juga ada setoran," ujarnya.
Jika proyek dijalankan dengan sistem kekerabatan dan pertemanan, kata dia, dikhawatirkan profesionalitas pekerjaan terganggu sehingga perusahaan terbaik belum tentu jadi pemenang tender. Karena itu, katanya, pemimpin yang berhasil di Banten adalah yang bisa memutus persoalan proyek kekerabatan dan pertemanan. "Proyek diberikan kepada perusahaan yang terbaik dan tender adil," ujarnya.
Iapun menyoal iklim investasi di Banten. "Kalau pemerintah tidak ngerecoki swasta atau tidak bikin susah investor, Banten dengan sendirinya akan maju," ungkapnya. Terkait pemilihan gubernur 2011, Zul menyatakan tak berminat maju. "Saya tidak tertarik. Cukup punya pengalaman dan pengalaman adalah guru terbaik" ujarnya.
Ia menilai, Banten butuh figur yang bisa berkoordinasi dengan bupati/walikota di Banten untuk menyinergikan pembangunan. "Saya lebih baik jadi mitra gubernur terpilih, bersama menyukseskan pembangunan Banten" ujarnya.
Saat ditanya apakah ia akan maju jika elektabilitas (keterpilihan) dirinya tinggi dan mendapat perintah DPP PKS, ia tetap menolaknya. "Saya kemungkinan besar tak maju. Silakan tulis bahwa Bang Zul tidak tertarik untuk maju di pemilihan gubernur Banten. Bukan trauma, tapi saya menikmati pengalaman yang berharga," ujarnya.
Zul menilai, internal PKS yang pantas maju di pemilihan gubernur Banten yakni Ketua DPW PKS Banten Irfan Maulidi, Sekretaris DPW PKS Bonie Mufizar, dan anggota DPR dari PKS Jazuli luwaeni.
Sementara itu, menurut Ketua DPD PKS Kota Serang Nana Mulyana, kader PKS di Kota Serang masih menempatkan Zulkieflimansyah sebagai kader PKS yang memiliki elektabilitas tinggi untuk menjadi calon gubernur. "Kalau kader PKS Kota siap capek. Tapi kita akan senang jika menang tanpa capek. Melihat elektabilltas Bang Zul dan beliau bisa maju di Pilgub, maka energi yang dikeluarkan kader bisa ringan atau tidak capek untuk menang," ungkapnya.
Pada bagian lain, Kepala Biro Humas dan Protokol pemprov Banten Komari menilai kinerja Gubernur belum bisa dikatakan gagal lantaran proses pemerintahannya masih berjalan. Menurutnya, perbaikan infrastruktur di Banten tidak hanya kewenangan Pemprov Banten, melainkan juga pemerintah pusat dan kabupaten/kota.
"Untuk status jalan milik Provinsi Banten perbaikan dilakukan secara bertahap. Kita juga mendorong pemerintah pusat dan kabupaten/kota untuk sama-sama memperbaiki infrastruktur Banten sesuai kewenangan," ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini pemprov Banten telah berhasil menurunkan persentase angka pengangguran. "jumlah pengangguran kita memang masih tinggi karena setiap tahun terjadi penambahan angkatan kerja dari dalam dan luar daerah. Tapi secara persentase angka penganggurau menurun," tegasnya.
Menurut BPS, persentase pengangguran Banten mengalami penurunan yaitu pada Agustus 2010 sebesar 13,68 persen. Sedangkan Agustus 2009, sebesar 14,97 persen. Tapi secara jumlah mengalami peningkatan yakni pada Agustus 2009 sebanyak 652.462 orang, namun pada Agustus 2010 sebanyak 726.371 orang.
Menurut Komari, meningkatnya jumlah angkatan kerja yang berakibat pada tingginya angka pengangguran ini karena Banten merupakan daerah yang diminati masyarakat urban. "Kemiskinan Banten secara persentase juga menurun. Intinya untuk meningkatkan kesejahteraan mulai dari kesehatan, pendidikan, dan pertanian kami terus mengupayakanmaksimal," tambahnya.
Pada bagian lain, Sekretaris DPD Paltai Golkar Provinsi Banten Iman Arivadi menilai ukuran kesejahteraan yang dikatakan Zulkieflimansyah masih abstrak. Selain itu, kata dia, dalam pembangunan pemerintah memiliki fase, termasuk Pemprov Banten yang pada fase pertama menjaga stabilitas politik dan pembangunan infrastruktur pemerintahan.
"Pada fase pertama, infrastruktur pemerintahan menjadi penting, tapi juga tidak mengabaikan pembangunan kesejahteraan masyarakati," katanya saat dihubungi tadi malam.
Menurutnya, banyak kebijakan Atut yang populis serta bertujuan membangun kesejahteraan masyarakat. Di antaranya program listrik masuk desa dan bantuan keuangan bagi pemerintah desa dan kelurahan. "Gubernur berupaya agar seluruh masyarakat menikmati listrik dan mempercepat pembangunan desa melalui bantuan dari APBD Provinsi Banten," ujarnya.

*Dimuat di Radar Banten, 10 Januari 2011

0 Response to "Atut Gagal Ciptakan Kesejahteraan; Hanya Berhasil Jaga Stabilitas Politik"

Posting Komentar

Terimakasih Atas Kunjungan Anda "PKS Petiir--Dari Pelosok Banten Bekerja Membangun Indonesia Tercinta"

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...